Dana Haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dana efisiensi penyelenggaraan haji, dana abadi umat, serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan untuk kemaslahatan umat Islam.

Dana setoran BPIH (dana haji) selama ini ditempatkan dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), deposito, dan Surat Utang Negara (SUN). Sampai dengan 31 Desember 2016, penempatan dana haji di SBSN sebesar Rp35,65 trilyun; deposito berjangka syariah sebesar Rp54,57 trilyun, dan Surat Utang Negara (SUN) sebesar US$10juta.

Permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan hukum ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana mekanisme pengelolaan keuangan haji?
  2. Bagaimana mekanisme penggunaan dana haji untuk investasi?

UNDUH…


Disclaimer:

Seluruh informasi yang disediakan dalam Tulisan Hukum adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pemberian informasi hukum dan bukan merupakan pendapat instansi.