Pemerintah menyatakan bahwa kapasitas neraca serta kondisi likuiditas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dipantau secara berkala, khususnya yang bergerak di sektor ketenagalistrikan dan konstruksi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan risiko akan terus dimonitor dan dievaluasi untuk memastikan pelaksanaan pendanaan infrastruktur tetap dalam koridor terjaganya kesehatan keuangan BUMN. Tidak hanya oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu), pemantauan akan dilakukan antar kementerian/lembaga. “Kemkeu bersama Kementerian BUMN dan Kementerian/Lembaga terkait juga melakukan pengelolaan risiko secara berkala melalui pemantauan terhadap kapasitas neraca serta kondisi likuiditas BUMN. Pemantauan risiko dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan keuangan BUMN yang memperoleh penugasan maupun memitigasi potensi risiko gagal bayar (default risk) yang ditimbulkan oleh BUMN yang menerima penugasan,” kata Sri Mulyani.

UNDUH…