Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Moermahadi Soerja Djanegara mengharapkan agar BPK bisa mencontoh negara lain seperti Amerika dan Australia dalam hal pemeriksaan kinerja. Hal itu disampaikan Moermahadi saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksana BPK Tahun 2018 di Auditorium BPK Pusat, di Jakarta.

Moermahadi menilai masih banyak LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Kinerja yang tidak jelas, tidak komprehensif, dan tidak tuntas. Hal ini dikarenakan pemeriksaan kinerja tersebut dilakukan hanya dengan waktu yang paling lama tiga bulan. Padahal di BPK negara lain seperti di Amerika dan Australia pemeriksaan kinerja dilakukan selama 6 bulan, bahkan bisa sampai 1 tahun. “Saya ingin pemeriksaan kinerja yang dilakukan di BPK bisa mencontoh negara-negara tersebut, kita tidak hanya mementingkan kuantitas atau banyaknya audit kinerja agar dapat mencapai target IKU (Indeks Kinerja Utama), tetapi juga kualitas dan kedalamannya,” ujar Moermahadi.

UNDUH…