Pemerintah dihimbau untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok terlalu tinggi. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai bisa menjadi kontraproduktif yang justru merugikan bagi industri rokok dan negara. Donny Imam Priambodo, Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan kebijakan pemerintah mengatrol tarif cukai rokok berpotensi membuat industri rokok di dalam negeri gulung tikar. “Efeknya mempengaruhi penerimaan negara,” kata Donny.

Donny menjelaskan, pemerintah selama ini sangat mengandalkan cukai hasil tembakau untuk membiayai belanja negara. Namun, dalam dua tahun terakhir ini, industri rokok mengalami penurunan volume penjualan dikarenakan penerapan tarif cukai yang tinggi. “Industri semakin lama semakin terpuruk. Kontraproduktif seperti ini harus disikapi oleh pemerintah,” imbuh Donny.

UNDUH…