Rendahnya pinjaman yang ditarik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dinilai disebabkan oleh rendahnya pemahaman fungsi fiskal. Peneliti Indef Rusli Abdullah mengatakan bahwa Pemda masih melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai instrumen untuk menjalankan roda birokrasi, bukan untuk memberikan stimulus atas perekonomian daerah. Hal ini terbukti dengan tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dari realisasi APBD setiap tahunnya serta keengganan pemerintah daerah untuk menarik pinjaman.

Tingginya SiLPA menunjukkan bahwa Pemda masih belum ekspansif dalam melaksanakan belanja anggaran dan masih belum mampu menyerap anggaran yang telah direncanakan secara maksimal. Apabila Pemda dan kepala daerah memiliki political will untuk membangun, maka SiLPA di akhir tahun sudah pasti rendah.

Selengkapnya…