Belum sinerginya data kebutuhan pangan dan produksi dalam negeri, khususnya beras, disinyalir menjadi penyebab utama yang memicu polemik antara keinginan untuk swasembada pangan dan keperluan impor demi menekan harga. Dalam hal ini, data antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pusat Statistik (BPS) saling tidak bersinergi.

Anggota IV BPK, Rizal Djalil mengatakan akar dari masalah antara keinginan berswasembada dan ketergantungan importasi, khususnya beras, adalah keakuratan data. Rizal Djalil melihat masih ada tumpang tindih data dalam menentukan kebijakan importasi beras karena tidak mengacu pada BPS.

UNDUH…