Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan terjadi defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp45,7 triliun sepanjang Januari 2021, atau 0,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit APBN Januari 2021 meningkat 31,5 persen dibanding Rp34,8 triliun atau 0,23 persen terhadap PDB pada Januari 2020. “Sebab Januari tahun lalu Indonesia belum mengalami Covid-19,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyebut, defisit anggaran terjadi lantaran penerimaan negara lebih kecil dibanding belanja negara. Tercatat penerimaan negara pada Januari 2021 mencapai Rp100,1 triliun, turun 4,8 persen dibanding Rp105 triliun dibanding tahun 2020. Pendapatan negara pada Januari 2021 sebesar Rp100,1 triliun tersebut berasal dari penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Realisasi pendapatan negara pada Januari 2021 terutama ditopang dari peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai. Penerimaan perpajakan dan PNBP mengalami kontraksi karena aktivitas ekonomi dan harga minyak yang belum sepenuhnya pulih.

Selengkapnya…